Skip to main content

HIDUP TAPI MATI

Sindiran telak untuk ikhwan akhwat yg hidup di jaman sekarang, termasuk diri saya, dari ustadz wijayanto

"HIDUP TAPI MATI"

Bertamu, main HP…
Ngaji, main HP…
Terima tamu, main HP…
Bekerja, main HP…
Belajar, main HP…
Sambil makan, main HP…
Di tengah keluarga, main HP…
Kiamatlah duniamu tanpa HP…
Kadang terlihat dua orang saling duduk berhadapan, tidak berbicara sama sekali, karena salah satu atau keduanya sibuk main HP. Kalaupun harus bicara akhirnya tidak nyambung dan muncul sikap tidak lagi peduli. Punya masalahpun bukan lagi mendatangi keluarga yang dekat, tetapi membahas di sosmed rasanyalebih 'afdhal'. Manusia menjadi 'ada tapi tiada'sahabat..
Jasad - jasad yang telah menjadi zombie berkeliaran. Hidupnya hanya seputar dunia dalam ponselnya. Basahnya embun pagi…
Hangatnya matahari pagi…
Jabat erat tangan sahabat telah hilang dan diganti dengan gambar - gambar mati pada ponsel…
Gerak petualangan akan hebatnya bumi juga sudah diganti hanya dengan gerakan telunjuk dan jempol..
Hidup dalam kematian itu adalah keniscayaan, tapi mati dalam kehidupan itu pilihan.
Maka bangunlah, hiduplah sebagaimana manusia itu hidup.
" Saat suami/istri datang, simpan HP mu " !!!!!!!!!!
Saat anak bercerita, simpan HPmu !
Saat ibu bapak bicara, simpan HPmu !
Saat tamu berkunjung, simpan HPmu !
Saat rumah bau berantakan, simpan HPmu
Perhatikan duniamu dengan seksama Sebab nikmat Ilahi ada di sana.
Hiduplah !!
Engkau belum mati,, tapi sudah bertingkah seperti mayat.

semoga kita tidak seperti itu������

Ust Wijayanto

Comments

Popular posts from this blog

Hiem ureung jameun

1. Nyoe pat na hiem bak loen saboh, Tapham beujroh taboh makna : "Bak jih sibak, boh jih saboh Hantom soe koh siumu donya" ( LANGAI ) 2. Nyoe saboh truek bungong sukon, Saboh panton loen som punca : "Bak jih sibak, on jih si on Meureutoih thon hantom mala" ( AWEUEK ) 3. Allah hai cob jallabia Mandari cob jallabia "Jidong gunc'op jigrop keumang, Mandari cob jallabia" ( JEUE ) 4. Kulat pak di Meulaboh Kulat goh di Keumala "Ureueng toe han meuteumee pajoh Ureueng jeu'oh meuteumeung rasa" ( ANEUK BEUDE ) 5. Innallaha la yastahyi "Awai badab dudoe gaki Oh lheueh gaki timoh jaroe Dalam lueng doe kacra kacri" ( ANEUK ABIEK ) 1. Nyoe na saboh masa,alah Cuba peuglah soe nyan pinta : "Dua nyang tho peut nyang basah Suci hadaih soe nyang bawa " ( TUENG IE SEUMBAHYANG ) 2. " Na saboh kitab 365 on Si on-on dua blaih banja Sibanja-banja lhee ploh boh titek" Soe nyang lisek cuba boh makna ( THON,...

HIPSI ACEH BARAT KUNJUNGI KORBAN KEBAKARAN DI KAWAY XVI

Kaway XVI   Aceh Barat   Sekretaris Hipsi Tgk Oja Ardiansyah putra  menyerahkan  bantuan kepada korban kebakaran Bustanul Arifin di meunasah gantung kecamatan Kaway XVI, minggu (12/6) Penyerahan bantuan tersebut sebagai empati dan simpati Himpunan Pengusaha santri Indonesia Kabupaten Aceh Barat kepada warga masyarakat yang mengalami musibah. Tgk Oja mengatakan atas nama Pribadi dan HIPSI ikut merasakan prihatin terhadap musibah yang menimpa Bustanul Arifin. Bantuan yang diberikan adalah paket sembako dan uang Tunai. Ia berharap dapat sedikit meringankan beban korban. “Semoga ini dapat bermanfaat dan bisa dipergunakan untuk kebutuhan Keluarga,” ucapnya Tgk Oja menambahkan, bahwa musibah kebakaran yang menimpa keluarga Bustanul Arifin tidak diketahui penyebabnya. Musibah kebakaran masih acap kali terjadi. Demikian, Ia menekankan pentingnya edukasi mengenai pencegahan dan pertolongan pertama terhadap musibah ini. "Kami di HIPSI Kabupaten Aceh Barat akan...

Surat terbuka untuk bapak PLT Gubernur Aceh dari Santri Aceh di Malang

Surat Terbuka Untuk PLT Gubernur Aceh Assalamualaikum Pak PLT Gubernur Aceh Semoga Bapak selalu sehat dan dalam lindungan Allah.. Saya adalah salah satu putra daerah Aceh, yang saat ini menimba ilmu (mondok) di Malang Jawa Timur. Dan ada ratusan bahkan ribuan putra putri daerah Aceh yang seperti saya yang sekarang berada di luar Aceh, mungkin surat ini juga bisa mewakili mereka semua. Saya selaku putra Aceh yang sangat mencintai tanah Aceh, saya selalu mengikuti perkembangan Aceh dari media sosial ataupun media online. Dari sana saya tau bagaimana perkembangan dan keadaan Aceh. Hari ini saya membaca postingan dari salah satu akun Instagram yang berjudul "DPRA Desak Pemerintah Aceh Segera Transfer Uang Untuk Mahasiswa di Luar Aceh". Saya merasa Mahasiswa lebih ISTIMEWA dimata pemerintah Aceh. Tersirat dipikiran saya mengapa hanya Mahasiswa yang menjadi prioritas? Bukankah kami juga putra Aceh? kami juga pelajar yang beranjak dari tanah Aceh demi kemajuan A...