Skip to main content

HIPSI ACEH BARAT KUNJUNGI KORBAN KEBAKARAN DI KAWAY XVI

Kaway XVI Aceh Barat  Sekretaris Hipsi Tgk Oja Ardiansyah putra  menyerahkan  bantuan kepada korban kebakaran Bustanul Arifin di meunasah gantung kecamatan Kaway XVI, minggu (12/6) Penyerahan bantuan tersebut sebagai empati dan simpati Himpunan Pengusaha santri Indonesia Kabupaten Aceh Barat kepada warga masyarakat yang mengalami musibah.

Tgk Oja mengatakan atas nama Pribadi dan HIPSI ikut merasakan prihatin terhadap musibah yang menimpa Bustanul Arifin. Bantuan yang diberikan adalah paket sembako dan uang Tunai. Ia berharap dapat sedikit meringankan beban korban.
“Semoga ini dapat bermanfaat dan bisa dipergunakan untuk kebutuhan Keluarga,” ucapnya

Tgk Oja menambahkan, bahwa musibah kebakaran yang menimpa keluarga Bustanul Arifin tidak diketahui penyebabnya. Musibah kebakaran masih acap kali terjadi. Demikian, Ia menekankan pentingnya edukasi mengenai pencegahan dan pertolongan pertama terhadap musibah ini. "Kami di HIPSI Kabupaten Aceh Barat akan melakukan edukasi. Apa yang harus diwaspadai dan dilakukan untuk mencegah, dan bagaimana bertindak saat mengetahui kebakaran," paparnya.

Meskipun tanpa korban jiwa ataupun luka-luka, kediaman Bustanul Arifin habis dilalap api. Saat ini, korban dan keluarga tidur di rumah saudaranya.

Ditanya mengenai bantuan untuk merehabilitasi kediaman korban, Tgk Oja menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta Garda Indonesia untuk membantu rehabilitasi rumah korban.
” tentu kami sudah mengupayakan untuk meminta bantuan rehab rumah melalui Garda Indonesia agar korban bisa menempati tempat tinggal yang layak,” ucap Tgk Oja 

Sementara korban Bustanul Arifin mengaku tidak mengetahui  jika rumahnya terbakar karena pada saat itu dirinya masih dalam perjalanan menuju Banda Aceh untuk membawa berobat ibunya yang sakit. “dari musibah yang saya alami saat ini, kerugian saya dan keluarga mencapai puluhan juta rupiah,” Kata Bustanul Arifin 

Atas bantuan yang diberikan, Bustanul Arifin mengucapkan terima kasih Hipsi Kabupaten Aceh Barat  yang telah memberikan bantuan. "Terimakasih kepada Hipsi, bantuan ini kami pakai untuk keperluan  Sehari-hari," ucapnya.

Comments

Popular posts from this blog

Hiem ureung jameun

1. Nyoe pat na hiem bak loen saboh, Tapham beujroh taboh makna : "Bak jih sibak, boh jih saboh Hantom soe koh siumu donya" ( LANGAI ) 2. Nyoe saboh truek bungong sukon, Saboh panton loen som punca : "Bak jih sibak, on jih si on Meureutoih thon hantom mala" ( AWEUEK ) 3. Allah hai cob jallabia Mandari cob jallabia "Jidong gunc'op jigrop keumang, Mandari cob jallabia" ( JEUE ) 4. Kulat pak di Meulaboh Kulat goh di Keumala "Ureueng toe han meuteumee pajoh Ureueng jeu'oh meuteumeung rasa" ( ANEUK BEUDE ) 5. Innallaha la yastahyi "Awai badab dudoe gaki Oh lheueh gaki timoh jaroe Dalam lueng doe kacra kacri" ( ANEUK ABIEK ) 1. Nyoe na saboh masa,alah Cuba peuglah soe nyan pinta : "Dua nyang tho peut nyang basah Suci hadaih soe nyang bawa " ( TUENG IE SEUMBAHYANG ) 2. " Na saboh kitab 365 on Si on-on dua blaih banja Sibanja-banja lhee ploh boh titek" Soe nyang lisek cuba boh makna ( THON,...

Surat terbuka untuk bapak PLT Gubernur Aceh dari Santri Aceh di Malang

Surat Terbuka Untuk PLT Gubernur Aceh Assalamualaikum Pak PLT Gubernur Aceh Semoga Bapak selalu sehat dan dalam lindungan Allah.. Saya adalah salah satu putra daerah Aceh, yang saat ini menimba ilmu (mondok) di Malang Jawa Timur. Dan ada ratusan bahkan ribuan putra putri daerah Aceh yang seperti saya yang sekarang berada di luar Aceh, mungkin surat ini juga bisa mewakili mereka semua. Saya selaku putra Aceh yang sangat mencintai tanah Aceh, saya selalu mengikuti perkembangan Aceh dari media sosial ataupun media online. Dari sana saya tau bagaimana perkembangan dan keadaan Aceh. Hari ini saya membaca postingan dari salah satu akun Instagram yang berjudul "DPRA Desak Pemerintah Aceh Segera Transfer Uang Untuk Mahasiswa di Luar Aceh". Saya merasa Mahasiswa lebih ISTIMEWA dimata pemerintah Aceh. Tersirat dipikiran saya mengapa hanya Mahasiswa yang menjadi prioritas? Bukankah kami juga putra Aceh? kami juga pelajar yang beranjak dari tanah Aceh demi kemajuan A...