Skip to main content

SK KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA MENETAPKAN MA'HAD ALY UNTUK DAYAH DARUL MUNAWWARAH KUTA KRUENG PIDIE JAYA

Jakarta, 1 Agt 2017.
Kementerian Agama RI melalui Dirjen Pendis telah menerbitkan SK pengesahan berdirinya Ma'had Ali untuk Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng Pidie Jaya Aceh. Dayah yang termasuk dlm golongan dayah2 tertua di Aceh tersebut, sudah layak dan patut memperoleh hak untuk menerapkan ma'had aly. Sebagai bentuk strata pendidikan tinggi dayah, maka Ma'had Aly diharapkan akan mampu mencetak kader2 ulama yang yakhsya Allaha &Berakhlakul karimah.
Dayah merupakan lembaga yang telah terbukti mampu melahirkan kaderisasi ulama dri masa ke masa.
Maka Kehadiran Ma'had Aly jangan latah karna formalitas pendidikan, tapi harus menjadi kesadaran sebagai ikhtiar pendidikan yang sistematis,terstruktur,dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan dan spiritual untuk melahirkan ulama2 yang Tafaqquh Fiddin "Ujar Mudir Ma'had Aly Darul Munawwarah.
Demikian pula, Ulama sebagai figur alim ajaran agama Islam, telah terbukti sebagai sosok pemimpin tradisional yang selalu diikuti dan dipatuhi oleh ummat. Sejarah panjang perjuangan bangsa indonesia melawan penjajahan asing tidak luput dari peran ulama dalam memberikan semangat dan motivasi melawan penjajahan belanda dan jepang.
Dengan diterbitkan SK Ma'had Aly bagi Dayah Darul Munawwarah, maka dg demikian di Aceh hanya baru ada 2 Ma'had Aly, yakni Mudi Mesra Samalangan dan Darul Munawwarah Kuta Krueng. Untuk Ma'had Aly Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, pendidikan akan fokus pada bidang Takhassus Tafsir Wa Ulumuhu dan Fiqh Wa Usulihi. Hal ini merupakan bahagian dari proses peningkatan kapasitas, kualitas dan integritas pendidikan dayah di Aceh. Dimana pada akhirnya akan memberikan dampak pada pengakuan akan strata pendidikan serta keilmuan yang dimiliki oleh para alim ulama di Aceh.
Disamping itu, keberadaan Ma'had Aly menjadi kunci atas syarat yg wajib dipenuhi untuk keberlangsungan pendidikan tinggi dayah di Aceh. Sudah saatnya Aceh memiliki lembaga pendidikan tinggi dayah dalam upaya mencetak kader2 intelektual dayah yang handal. Aceh membutuhkan figur ulama yang kharismatik, bermutu, visioner dan moderat untuk menjawab tantangan yang semakin berat kedepan serta berperspektif bahwa islam adalah Rahmatan Lil 'Alamin.
Untuk melahirkan dan memperoleh legitimasi lembaga pendidikan tinggi dayah, tidak gampang sebab terlalu banyak prosedur, tahapan dan persyaratan yang harus dilalui. Selain itu persaingan kesiapan dan kesigapan harus dilalui untuk bersaing dengan ponpes lainnya di luar Aceh sebagai kompetiter yang sangat kuat.
"Alhamdulillah atas izin Allah SK telah kami terima yang diserahkan langsung oleh ..... hari Selasa 01 agt 2017 sekira pukul 14.00 wib, di kantor Kementrian agama republik indonesia di Jakarta.
Kami Atas nama keluarga besar Ponpes Darul Munawwarah Kuta Krueng beserta seluruh jajaran Mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu kami dalam proses wujudnya SK Ma'had Aly Darul Munawwarah, Kami juga mengharapkan bahwa dukungan para pihak terutama instansi terkait untuk membantu kelangsungan ma'had aly sesuai dengan harapan dan cita2 kita semua. terang Mudir Ma'had Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng, Abiya H. Anwar H. Usman Ali"

Comments

Popular posts from this blog

Hiem ureung jameun

1. Nyoe pat na hiem bak loen saboh, Tapham beujroh taboh makna : "Bak jih sibak, boh jih saboh Hantom soe koh siumu donya" ( LANGAI ) 2. Nyoe saboh truek bungong sukon, Saboh panton loen som punca : "Bak jih sibak, on jih si on Meureutoih thon hantom mala" ( AWEUEK ) 3. Allah hai cob jallabia Mandari cob jallabia "Jidong gunc'op jigrop keumang, Mandari cob jallabia" ( JEUE ) 4. Kulat pak di Meulaboh Kulat goh di Keumala "Ureueng toe han meuteumee pajoh Ureueng jeu'oh meuteumeung rasa" ( ANEUK BEUDE ) 5. Innallaha la yastahyi "Awai badab dudoe gaki Oh lheueh gaki timoh jaroe Dalam lueng doe kacra kacri" ( ANEUK ABIEK ) 1. Nyoe na saboh masa,alah Cuba peuglah soe nyan pinta : "Dua nyang tho peut nyang basah Suci hadaih soe nyang bawa " ( TUENG IE SEUMBAHYANG ) 2. " Na saboh kitab 365 on Si on-on dua blaih banja Sibanja-banja lhee ploh boh titek" Soe nyang lisek cuba boh makna ( THON,...

HIPSI ACEH BARAT KUNJUNGI KORBAN KEBAKARAN DI KAWAY XVI

Kaway XVI   Aceh Barat   Sekretaris Hipsi Tgk Oja Ardiansyah putra  menyerahkan  bantuan kepada korban kebakaran Bustanul Arifin di meunasah gantung kecamatan Kaway XVI, minggu (12/6) Penyerahan bantuan tersebut sebagai empati dan simpati Himpunan Pengusaha santri Indonesia Kabupaten Aceh Barat kepada warga masyarakat yang mengalami musibah. Tgk Oja mengatakan atas nama Pribadi dan HIPSI ikut merasakan prihatin terhadap musibah yang menimpa Bustanul Arifin. Bantuan yang diberikan adalah paket sembako dan uang Tunai. Ia berharap dapat sedikit meringankan beban korban. “Semoga ini dapat bermanfaat dan bisa dipergunakan untuk kebutuhan Keluarga,” ucapnya Tgk Oja menambahkan, bahwa musibah kebakaran yang menimpa keluarga Bustanul Arifin tidak diketahui penyebabnya. Musibah kebakaran masih acap kali terjadi. Demikian, Ia menekankan pentingnya edukasi mengenai pencegahan dan pertolongan pertama terhadap musibah ini. "Kami di HIPSI Kabupaten Aceh Barat akan...

Surat terbuka untuk bapak PLT Gubernur Aceh dari Santri Aceh di Malang

Surat Terbuka Untuk PLT Gubernur Aceh Assalamualaikum Pak PLT Gubernur Aceh Semoga Bapak selalu sehat dan dalam lindungan Allah.. Saya adalah salah satu putra daerah Aceh, yang saat ini menimba ilmu (mondok) di Malang Jawa Timur. Dan ada ratusan bahkan ribuan putra putri daerah Aceh yang seperti saya yang sekarang berada di luar Aceh, mungkin surat ini juga bisa mewakili mereka semua. Saya selaku putra Aceh yang sangat mencintai tanah Aceh, saya selalu mengikuti perkembangan Aceh dari media sosial ataupun media online. Dari sana saya tau bagaimana perkembangan dan keadaan Aceh. Hari ini saya membaca postingan dari salah satu akun Instagram yang berjudul "DPRA Desak Pemerintah Aceh Segera Transfer Uang Untuk Mahasiswa di Luar Aceh". Saya merasa Mahasiswa lebih ISTIMEWA dimata pemerintah Aceh. Tersirat dipikiran saya mengapa hanya Mahasiswa yang menjadi prioritas? Bukankah kami juga putra Aceh? kami juga pelajar yang beranjak dari tanah Aceh demi kemajuan A...